AMBON, 20 Februari 2026 – Tepat satu tahun sejak Bodewin Melkias Wattimena memimpin Kota Ambon, apresiasi sekaligus harapan datang dari kalangan mahasiswa. Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Ambon menilai kepemimpinan Wali Kota menunjukkan perubahan nyata yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum SEMMI Kota Ambon, Anshari Betekeneng, menyebut satu tahun kepemimpinan Bodewin sebagai fase kerja nyata, bukan sekadar retorika. Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah kota telah menyentuh persoalan mendasar, mulai dari penataan pasar, pengelolaan sampah, hingga pembenahan birokrasi.
Apresiasi ini disampaikan oleh SEMMI Ambon melalui Ketua Umumnya, Anshari Betekeneng, sebagai representasi mahasiswa Muslim di kota tersebut terhadap kinerja Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Bodewin Wattimena.
Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 20 Februari 2026, bertepatan dengan satu tahun masa jabatan Wali Kota di Ambon, ibu kota Provinsi Maluku.
SEMMI menilai sejumlah langkah strategis pemerintah kota berhasil menjawab persoalan lama yang selama ini terkesan buntu. Keberanian dalam pengambilan kebijakan, keterbukaan pemerintah terhadap masyarakat, serta keberpihakan pada pedagang kecil dan pelaku UMKM menjadi alasan utama apresiasi tersebut.
Selain itu, stabilitas sosial yang tetap terjaga di tengah dinamika politik kota juga dinilai sebagai capaian penting. Bodewin disebut mampu merangkul berbagai kelompok tanpa membedakan latar belakang, sekaligus membuka ruang dialog dengan mahasiswa sebagai mitra kritis.
Menurut Anshari, perubahan yang terjadi bukan sekadar “kosmetik”, tetapi menyentuh langsung kehidupan warga. Respons cepat pemerintah terhadap persoalan di tingkat bawah, perbaikan layanan publik, serta upaya digitalisasi birokrasi dinilai mulai membangun kembali kepercayaan masyarakat.
“Ada rasa yang kembali kepercayaan publik mulai tumbuh, dan masyarakat melihat pemerintah hadir secara nyata,” ujarnya.
Meski memberikan apresiasi, SEMMI menegaskan akan tetap menjalankan fungsi kontrol. Mereka menyoroti masih adanya pekerjaan rumah, terutama dalam penyediaan lapangan kerja bagi pemuda dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pinggiran kota.
SEMMI juga mengingatkan agar konsistensi kinerja pemerintah tetap terjaga hingga akhir masa jabatan. Dukungan, kata Anshari, akan terus diberikan selama kebijakan berpihak pada rakyat.
“Ini bukan akhir, tapi awal pembuktian. Kami akan mendukung, namun juga siap mengkritik jika arah pembangunan menyimpang,” tegasnya.
Dengan capaian satu tahun ini, publik Ambon kini menaruh harapan besar agar transformasi kota terus berlanjut tidak hanya dalam angka dan program, tetapi juga dalam rasa keadilan dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.


















