Ambon, 18 Januari 2026 – Lembaga Nanaku Maluku menggelar sosialisasi hukum adat yang bertempat di Dusun Sehari, Negeri MANEO. Kegiatan ini melibatkan tiga negeri adat, yaitu Negeri MANEO, Negeri AKETERNATE, dan Negeri KOBI di wilayah Seram Utara.
Kegiatan berjalan lancar dan disambut meriah dengan tarian adat yang diperagakan masyarakat Negeri Maneo dengan penuh semangat. Raja Negeri Maneo menyampaikan, “Kami sangat merindukan kegiatan seperti ini sejak lama, mengingat banyak masalah masyarakat adat di daerah ini yang memerlukan solusi yang tepat.”

Acara menghadirkan tiga narasumber berpengalaman: Dr. Jemmy Pither (pakar hukum), Arman Kalean Lessy (Ketua KNPI Provinsi Maluku), dan Usman Rumainbugis (Ketua Lembaga Nanaku Maluku).
Menurut Ketua Lembaga Nanaku Maluku, kegiatan ini memiliki peran penting untuk menguatkan kapasitas masyarakat adat. “Akhir-akhir ini, masyarakat adat sering menjadi objek sengketa, baik terkait persoalan agraria maupun sosial politik yang berdampak pada keberlangsungan kearifan lokal kita,” ujarnya.
Sementara itu, Pakar Hukum dari Universitas Pattimura, mengajak optimistik kepada para pemangku adat di tiga negeri tersebut.
“Tidak bisa mengubah Bubur menjadi Nasi, tapi mari katong upaya sama-sama untuk gali, lalu cari kelengkapan informasi untuk susun dokumen, penuhi kriteria masyarakat adat yang sudah diakui keberadaannya oleh negara. Tinggal katong lengkapi, kita sudah punya pengalaman lindungi Hutan Adat, dan pendampingan Perneg, juga Perda Adat”. Terang Doktor Pither, dengan gaya bahasa Melayu Maluku yang lugas dan menggugah.

Menutup paparan materi desiminasi tersebut, Ketua KNPI Maluku, Arman Kalean Lessy menghimbau kepada peserta diskusi khususnya elemen Pemuda Adat di Kobi, Aketernate, dan Maneo konsisten menemukenali Nyanyian Adat, Kebiasaan mematok batas hak ulayat negeri dengan Pohon atau Batu, juga melestarikan Bahasa dalam percakapan sehari-hari.
“Anak-anak Muda harus bergerak bersama, balajar lestarikan Bahasa Daerah, kebiasaan Orang Tatua Kampung bikin tanda batas tanah deng tanam pohon lalu kasih nama, juga kapata-kapata negeri, musti dokumentasi lalu rekam, tulis, dan bagikan. Kita, bersama Nanaku Maluku siap pendampingan tiga negeri dengan konteks masalah yang berbeda-beda, kita siap”, tegas pimpinan Pemuda dengan ciri Peci Merah ini.
Senada dengan Doktor Pither, Ketua KNPI Maluku menegaskan bahwa menjaga tanah negeri, sama dengan menjaga adat itu sendiri.



















