Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maluku Tenggara resmi menggelar Inaugurasi Pimpinan Cabang sekaligus Diklatsar Terpadu Dasar (DTD) VI di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (20/5/2026). Kegiatan bertema “Meneguhkan Nilai Aswaja dan Mencetak Kader Ansor Maluku Tenggara yang Militan” itu berlangsung khidmat dan penuh semangat kaderisasi.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Ansor, tokoh agama, pemerintah daerah, serta puluhan peserta kaderisasi yang datang dari berbagai wilayah di Maluku Tenggara. Momentum inaugurasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah kepada generasi muda Ansor.
Ketua PC GP Ansor Maluku Tenggara dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses pembentukan karakter kader yang loyal, disiplin, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta masyarakat.
“DTD ini bukan hanya pelatihan formal, tetapi proses pembentukan karakter kader Ansor yang militan, berakhlak, dan siap menjaga NKRI serta nilai-nilai Aswaja,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Apresiasi juga datang dari Ketua PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Maluku Tenggara yang menilai semangat kaderisasi GP Ansor menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi Islam moderat, toleran, dan penuh persaudaraan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tenggara menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peran strategis GP Ansor dalam pembangunan sosial dan pembinaan generasi muda. Menurutnya, keberadaan Ansor sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat semangat persatuan di daerah.
Arahan Ketua Umum GP Ansor disampaikan oleh Ketua PW GP Ansor Maluku, H. Ridwan Nurdin. Dalam pidatonya, sosok yang akrab disapa Lasongkok Tinggi itu menegaskan pentingnya kader Ansor memperkuat ideologi Aswaja An-Nahdliyah, meningkatkan kapasitas diri, dan menjaga loyalitas terhadap organisasi maupun bangsa.
“Ansor harus melahirkan kader-kader yang tangguh, militan, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja. Kader Ansor harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor persatuan, penggerak sosial, dan penjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan inaugurasi dan DTD VI kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar GP Ansor Maluku Tenggara semakin solid, progresif, dan mampu melahirkan kader-kader terbaik yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan daerah.



















