Dalam rapat tersebut, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa dirinya lebih memilih dicopot dari jabatan Kapolri daripada harus menyetujui penggabungan Polri dengan Kemendagri. Menurutnya, penggabungan tersebut berpotensi membahayakan kekuatan negara, bahkan dapat mengancam posisi Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pemerintahan.
“Polri harus berdiri sendiri dan berada langsung di bawah Presiden agar institusi ini tetap kuat dan profesional,” tegas Kapolri di hadapan anggota Komisi III DPR RI.
Pernyataan Kapolri itu mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya datang dari Maluku. Dali Sowakil, Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Kasat Korwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Maluku, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Kapolri tersebut.
Saat diwawancarai tim media Kawannews, Dali Sowakil menilai pernyataan Kapolri sebagai bentuk keberanian moral dan komitmen menjaga stabilitas negara. Menurutnya, Polri yang independen merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga demokrasi, keamanan nasional, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kapolri menyampaikan sikap yang sangat tegas dan visioner. Ini bukan soal jabatan, tetapi soal keselamatan negara dan masa depan demokrasi. Kami di Banser Maluku mendukung penuh Polri tetap berdiri mandiri,” ujar Dali Sowakil.
Dali menambahkan, dukungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral Banser sebagai organisasi yang konsisten menjaga nilai kebangsaan dan konstitusi. Ia berharap seluruh elemen bangsa dapat melihat persoalan ini secara jernih dan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan politik sesaat.
Dukungan dari tokoh daerah seperti Dali Sowakil menegaskan bahwa sikap Kapolri tidak hanya mendapat perhatian di tingkat pusat, tetapi juga memperoleh simpati dan legitimasi dari akar rumput di daerah.



















