Ambon — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ambon resmi melantik pengurus komisariat dan pengurus rayon se-Universitas Pattimura (Unpatti) masa khidmat 2025–2026. Pelantikan digelar di Aula Rektorat Unpatti lantai 2, Kamis (23/1/2025) pukul 16.00 WIT.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Cabang PMII Kota Ambon, Taufik Souwakil. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru PMII di lingkungan Universitas Pattimura sekaligus penguatan legitimasi struktural organisasi. Dengan mengusung tema “Mewujudkan PMII sebagai Kekuatan Intelektual Kampus dan Penggerak Perubahan Daerah”, PMII menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pengembangan intelektual mahasiswa dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Maluku.
Acara tersebut dihadiri pengurus PMII Cabang Ambon, Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta kader PMII dari seluruh rayon. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sekretariat PMII Komisariat Universitas Pattimura kepada pengurus yang baru dilantik.

Ketua PMII Komisariat Universitas Pattimura terpilih, Azan Fajri Raharusun, menyatakan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum kebangkitan gerakan PMII di lingkungan kampus. Ia menegaskan PMII memiliki tanggung jawab historis di Maluku, mengingat organisasi ini pertama kali tumbuh dan berkembang di provinsi tersebut melalui Universitas Pattimura.
“PMII tidak boleh diam dan tidak boleh biasa-biasa saja. Kita adalah bagian dari sejarah, dan hari ini tanggung jawab sejarah itu ada di pundak kita semua,” ujar Azan.
Menurutnya, kader PMII harus mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan kepekaan sosial. Mahasiswa dituntut hadir, berpikir kritis, dan terlibat aktif dalam merespons persoalan masyarakat.
Dalam masa kepemimpinannya, Azan berkomitmen menjadikan PMII Komisariat Universitas Pattimura sebagai pusat kaderisasi, ruang diskusi intelektual, dan basis pengabdian masyarakat. Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak kampus dalam mencetak mahasiswa yang berdaya saing dan berkarakter. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perubahan hanya dapat terwujud melalui militansi dan keberanian kader.
“Tidak akan ada perubahan tanpa militansi dan tidak akan ada gerakan tanpa keberanian. Karena itu, kaderisasi, diskusi, dan gerakan sosial harus terus dihidupkan,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan soliditas kader PMII Universitas Pattimura dalam memainkan peran strategis sebagai kekuatan intelektual kampus dan penggerak perubahan daerah.



















