Ambon — Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU dan Pertashop di Pulau Ambon pada Senin (30/3/2026), memicu kemacetan di berbagai titik serta kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Peristiwa ini terjadi sejak pagi hingga malam hari di beberapa lokasi pengisian BBM di Kota Ambon. Warga yang melihat antrean mengular mulai khawatir akan kemungkinan kelangkaan, sehingga sebagian memilih untuk segera mengisi bahan bakar.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Golkar, Anos Yermias, bergerak cepat meminta klarifikasi kepada pihak PT Pertamina (Persero) wilayah Ambon. Dalam keterangannya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Anos menyampaikan bahwa pihak Pertamina telah memberikan penjelasan resmi terkait situasi distribusi BBM.
Berdasarkan keterangan dari Pertamina Wayame Ambon, ketersediaan BBM di seluruh terminal dan depot dilaporkan dalam kondisi aman dan mencukupi. Penyaluran BBM dari depot ke SPBU serta lembaga penyalur lainnya juga disebut berjalan lancar tanpa hambatan, sementara pasokan di SPBU tetap terjaga.
Pertamina menjelaskan bahwa antrean panjang bukan disebabkan oleh kelangkaan, melainkan dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat. Hal ini berkaitan dengan rangkaian perayaan Pra Paskah pada Minggu (29/3/2026), serta kembalinya aktivitas normal pada Senin (30/3/2026), termasuk hari pertama kerja (WFO), masuk sekolah, dan berakhirnya libur serta cuti bersama Idul Fitri.
Selain itu, kekhawatiran masyarakat yang berkembang turut memicu aksi pembelian berlebihan atau panic buying, yang memperparah antrean hingga malam hari.
Pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum tentu benar, serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Imbauan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas distribusi dan mencegah kepadatan di SPBU.
Anos Yermias juga meminta masyarakat untuk bijak menyikapi informasi yang beredar serta mengikuti arahan resmi. Ia menegaskan pentingnya peran pihak terkait dalam memastikan distribusi BBM tetap optimal dan transparan.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat Kota Ambon dapat lebih tenang, sehingga distribusi BBM tetap terkendali dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan normal.


















