Ambon — Di usia ke-66 tahun, SOKSI kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu organisasi historis yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di Provinsi Maluku, momentum hari lahir SOKSI pada 20 Mei 2026 menjadi sorotan publik setelah organisasi itu dinilai mengalami perkembangan signifikan di bawah kepemimpinan R. Boy Sangadji atau yang akrab disapa Bung RBS.
Organisasi yang didirikan oleh Letkol Suhardiman pada 20 Mei 1960 tersebut sejak awal lahir sebagai kekuatan penyeimbang dalam menjaga ideologi Pancasila serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh komunisme. Dalam sejarah politik nasional, SOKSI juga dikenal sebagai salah satu pilar utama pembentukan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), cikal bakal lahirnya Partai Golkar.
Namun di Maluku, nama besar SOKSI sempat belum begitu dikenal luas masyarakat. Situasi itu perlahan berubah sejak hadirnya Bung RBS memimpin Depidar SOKSI Maluku periode 2024–2029.
Ketua OKK Depicab SOKSI Kota Ambon, Josyes Do Santos Walalayo, menilai kepemimpinan Bung RBS berhasil membawa energi baru yang membuat organisasi tersebut semakin hidup dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dulu masih banyak yang belum mengenal SOKSI secara utuh di Maluku. Tetapi sejak Bung RBS hadir memimpin, organisasi ini mulai dikenal luas dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat,” ujar Walalayo di Ambon, Selasa (20/5/2026).
Ia bahkan mengungkapkan sebuah momen penting saat rapat awal pembentukan panitia pelantikan pengurus Depidar SOKSI Maluku yang digelar di salah satu hotel di Kota Ambon. Kala itu, kata dia, masih ada sejumlah pihak yang meragukan kemampuan Bung RBS dalam memimpin organisasi.
Namun di penghujung rapat, Walalayo berdiri dan meyakinkan seluruh peserta bahwa RBS merupakan figur yang tepat untuk membawa SOKSI Maluku ke arah yang lebih maju.
“Saya percaya Bung RBS punya kapasitas dan visi besar. Dan hari ini itu terbukti. SOKSI Maluku semakin bersinar,” katanya.
Di bawah kepemimpinan RBS, SOKSI Maluku kini tampil lebih progresif dengan pola gerakan yang dinilai elegan dan visioner. Konsolidasi organisasi terus diperluas melalui pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) di berbagai kabupaten dan kota di Maluku.
Tak hanya memperkuat struktur organisasi, SOKSI juga mulai menjadi ruang baru bagi anak muda, kaum milenial, hingga generasi Z untuk terlibat aktif dalam gerakan kepemudaan, sosial kemasyarakatan, profesi, hingga organisasi sayap dan lembaga otonom.
Fenomena itu disebut menjadi tanda bahwa SOKSI tidak lagi dipandang sebagai organisasi lama yang stagnan, melainkan mulai bertransformasi menjadi organisasi modern yang mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat “Manyala” atau “Bersinar”, SOKSI Maluku kini terus menunjukkan geliat kebangkitannya dari bumi para raja-raja.
20 Mei 1960 – 20 Mei 2026
Dirgahayu ke-66 SOKSI.



















