AMBON – Fenomena viral lagu “MBG (Mas Bahlil Ganteng)” yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial mendapat respons positif dari Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy. Menurutnya, tren tersebut menjadi bukti kuat bahwa sosok Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memiliki kedekatan emosional dengan generasi muda dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
Lagu yang beredar dalam berbagai versi, mulai dari remix hingga akustik, belakangan menjadi salah satu konten yang banyak digunakan oleh warganet. Fenomena ini bahkan berkembang menjadi perbincangan publik yang melampaui batas hiburan dan memasuki ruang komunikasi politik digital.
Menanggapi hal tersebut, Umar Lessy menyatakan bahwa Partai Golkar menyambut baik kreativitas anak-anak muda yang mampu menghadirkan karya-karya segar dan menghibur di ruang digital.
“Kalau dari saya sih sesuai dengan pernyataan Pak Sekjen Sarmuji, Golkar menyambut baik. Ini merupakan bentuk kreativitas generasi muda yang patut diapresiasi,” kata Umar Lessy di Ambon, Selasa (2/6/2026).
Menurut Umar, viralnya lagu tersebut menunjukkan adanya respons positif masyarakat terhadap kepemimpinan dan kiprah Bahlil Lahadalia di tingkat nasional. Ia menilai, citra positif yang berkembang di media sosial tidak lahir begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai kebijakan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu faktor yang disebut Umar adalah kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga energi dunia.
“Di tengah konflik Timur Tengah yang berdampak pada harga energi internasional, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite dan solar bersubsidi. Ini tentu menjadi kelegaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Umar menilai, kondisi tersebut turut membentuk persepsi positif publik yang kemudian terefleksi melalui berbagai ekspresi kreatif di media sosial, termasuk lagu MBG yang kini menjadi fenomena nasional.
Lebih jauh, Umar menyebut tren tersebut memperlihatkan bagaimana generasi Z mulai terlibat dalam diskursus politik dengan cara yang lebih kreatif, santai, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.
“Generasi Z merespons baik Pak Bahlil dan memberikan citra positif terhadap Partai Golkar. Ini menunjukkan bahwa politik hari ini tidak hanya hadir melalui panggung-panggung formal, tetapi juga melalui ruang digital yang dekat dengan anak muda,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi politik, Umar menegaskan bahwa Partai Golkar terus membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui berbagai organisasi sayap maupun organisasi pendiri partai, seperti AMPG, AMPI, KPPG, Kosgoro 1957, SOKSI, dan MKGR.
“Kami welcome kepada anak-anak muda yang ingin bergabung dan bersama-sama membesarkan Partai Golkar serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Meski mendukung kebebasan berekspresi, Umar tetap mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial. Ia menegaskan bahwa kreativitas harus dibangun di atas semangat persatuan serta menghormati keberagaman masyarakat Indonesia.
“Hak kita untuk berkreativitas, tetapi kewajiban kita juga menghormati hak orang lain. Yang kita inginkan adalah Indonesia tetap aman, tertib, dan damai,” tegasnya.
Di tengah popularitas lagu MBG yang terus meningkat, Bahlil Lahadalia dikabarkan tertarik untuk bertemu langsung dengan pencipta lagu tersebut. Bahkan, Ketua Umum Partai Golkar itu berencana mengundang sang kreator untuk berdiskusi dan makan bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa.
Fenomena MBG pun menjadi gambaran nyata bagaimana kreativitas digital mampu membangun komunikasi publik yang luas, sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya keterhubungan antara generasi muda, media sosial, dan dunia politik Indonesia.



















