Ambon – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Maluku periode kepengurusan di bawah kepemimpinan Slamet Basuki Notanubun resmi dilantik di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kota Ambon, Sabtu (28/6/2026).
Prosesi pelantikan diLantik langsung oleh Ketua Umum PB PMII, Mohammad Shofiyullah Cokro atau yang akrab disapa Gus Shofi, didampingi Ketua Bidang Advokasi Arafat Soleman serta Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Politik dan Kebijakan Publik Syahril Isnu Lesnussa.
Dalam arahannya, Gus Shofi menegaskan bahwa agenda paling mendesak bagi kepengurusan baru adalah memperkuat kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, kaderisasi yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan kemampuan membaca dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
“Maluku memiliki potensi yang sangat besar. Tugas PMII adalah memastikan potensi itu tidak hanya dikenal, tetapi juga diperjuangkan agar mendapat perhatian dan keberpihakan pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PKC PMII Maluku, Slamet Basuki Notanubun, menegaskan komitmen kepengurusannya untuk menjadikan PMII sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menilai Maluku memiliki modal besar yang harus dioptimalkan melalui gagasan, riset, dan advokasi kebijakan.
Menurutnya, kekuatan Maluku terletak pada sektor kemaritiman dengan potensi perikanan yang mencapai sekitar 3,9 juta ton per tahun, didukung kekayaan ekosistem laut yang menjadi bagian dari segitiga terumbu karang dunia. Selain itu, Maluku juga dikenal sebagai Kepulauan Rempah dengan komoditas unggulan seperti pala dan cengkeh yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Di sektor pariwisata, Maluku menyimpan daya tarik wisata bahari, sejarah, dan budaya, mulai dari benteng-benteng peninggalan kolonial hingga kekayaan tradisi masyarakat di berbagai pulau. Sementara di bidang energi dan pertambangan, daerah ini memiliki potensi sumber daya seperti nikel, emas, tembaga, hingga energi panas bumi yang dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi PKC PMII Maluku untuk memperkuat peran organisasi sebagai ruang kaderisasi sekaligus motor penggerak pemikiran yang mampu mengawal potensi daerah agar bertransformasi menjadi kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat Maluku. Dengan semangat kolaborasi antara kader di daerah dan jejaring nasional, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Maluku di masa mendatang.



















