Ambon – Dukungan terhadap Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Umar Lessy, untuk memimpin Ikatan Alumni Universitas Darussalam (IKA Unidar) Ambon terus mengalir menjelang Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unidar yang akan berlangsung di Tulehu pada 27–28 Juni 2026.
Menguatnya dukungan tersebut muncul dari harapan para alumni yang menginginkan organisasi alumni lebih solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater maupun pembangunan daerah. Umar dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta jejaring luas untuk membawa IKA Unidar memasuki era organisasi yang lebih modern dan adaptif.
Menanggapi dukungan itu, Umar Lessy menegaskan bahwa kepercayaan para alumni merupakan amanah yang harus dimaknai sebagai panggilan untuk membangun kebersamaan, bukan sekadar kontestasi kepemimpinan.
“Dukungan ini bukan untuk pribadi Umar Lessy semata, tetapi merupakan harapan bersama agar IKA Unidar menjadi organisasi yang lebih kuat, solid, dan mampu memberi manfaat bagi seluruh alumni tanpa memandang angkatan, fakultas, maupun profesi,” ujarnya.
Menurut Umar, Universitas Darussalam Ambon telah melahirkan ribuan alumni yang kini berkiprah sebagai akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, jurnalis, aktivis, hingga profesional di berbagai sektor. Namun, potensi besar tersebut dinilai belum terhimpun dalam sebuah organisasi yang mampu menjadi kekuatan kolektif bagi kampus dan pembangunan daerah.
Karena itu, ia menegaskan IKA Unidar ke depan tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi wadah yang mampu membangun jejaring, meningkatkan kapasitas alumni, memperkuat ekonomi, serta menjadi mitra strategis universitas dan pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia.
Apabila dipercaya memimpin melalui mekanisme Mubes, Umar menyatakan siap mengemban amanah secara transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan sistem organisasi, bukan kepemimpinan yang berpusat pada figur.
Ia mengusung visi menjadikan IKA Unidar sebagai rumah besar alumni yang solid, profesional, berdaya saing, berintegritas, serta menjadi mitra strategis Universitas Darussalam Ambon dalam pembangunan daerah dan nasional.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Umar menawarkan tujuh misi utama, mulai dari memperkuat konsolidasi alumni, membangun jejaring strategis, meningkatkan kapasitas sumber daya alumni, memperkuat kontribusi terhadap almamater, mengembangkan sistem informasi alumni berbasis digital, memperluas program pengabdian masyarakat, hingga mendorong alumni menjadi agen perubahan.
Selain itu, ia menyiapkan sejumlah program prioritas dalam 100 hari pertama jika terpilih, di antaranya pendataan digital alumni, pembangunan website dan aplikasi IKA Unidar, peluncuran kartu anggota digital, pembentukan kepengurusan wilayah, serta penyelenggaraan forum “Alumni Connect” sebagai ruang komunikasi lintas angkatan.
Dalam jangka menengah dan panjang, Umar menargetkan pembentukan UNIDAR Career Center Alumni, jaringan wirausaha alumni, program Alumni Teaching, Beasiswa Alumni Peduli, pendirian Pusat Kajian Alumni UNIDAR, pembentukan Dana Abadi Alumni, pembangunan Alumni Center, hingga penguatan jaringan alumni di tingkat nasional dan internasional.
Menutup pernyataannya, Umar mengajak seluruh alumni menjadikan Musyawarah Besar sebagai momentum mempererat persatuan dan memperkuat kontribusi organisasi bagi almamater.
“Mari kita tinggalkan sekat-sekat yang selama ini membatasi kita. Saatnya seluruh alumni bersatu membangun IKA Unidar yang lebih solid, modern, profesional, dan bermartabat. Bersatu, berkarya, dan mengabdi untuk almamater serta Indonesia,” pungkasnya.



















