Desa Waiheru Jadi Pusat Pelatihan Vokasi, Kolaborasi Pemuda Kosgoro 1957 Cetak Pemuda Terampil

AMBON, 29 Agustus 2026 – Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, menjadi pusat pelaksanaan Tailor Made Training atau pelatihan vokasi penggantian komponen Air Conditioner (AC) yang digelar Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Maluku. Program yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri ini merupakan hasil kolaborasi BMK 1957, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, serta Pemerintah Desa Waiheru.

Mewakili Kepala Desa Waiheru, Sekretaris Desa Waiheru mengatakan pemerintah desa menyambut baik pelatihan tersebut karena menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Menurutnya, pemuda saat ini tidak cukup hanya memiliki semangat kebersamaan, tetapi juga harus dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup.

“Keterampilan teknis seperti perbaikan dan penggantian komponen AC memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang besar. Kami berharap pelatihan ini melahirkan pemuda Desa Waiheru yang mandiri, produktif, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya maupun masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Maluku yang juga Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta. Dalam sambutannya, Ely mengapresiasi sinergi antara BMK 1957, BPVP Ambon, dan Pemerintah Desa Waiheru yang menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan industri.

Menurut Ely, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari desa. Karena itu, pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan menekan angka pengangguran.

“Ketika desa menjadi pusat lahirnya pemuda yang terampil, maka kita sedang membangun masa depan Maluku. Saya berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun membangun usaha mandiri,” kata Ely.

Sementara itu, Ketua BMK 1957 Provinsi Maluku, Friady Toisuta, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Tailor Made Training dirancang sesuai kebutuhan dunia industri. Kami ingin pemuda Desa Waiheru memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja sehingga mampu bersaing, bahkan menciptakan peluang usaha sendiri. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan pemuda yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Maluku,” ujar Friady.

Melalui pelatihan ini, Desa Waiheru diharapkan tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi kepemudaan, dan lembaga pelatihan dalam mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Unggulan

Rekomendasi

Memberikan informasi yang akurat, memberikan wadah aspirasibagi masyarakat serta memberikan inspirasi untuk masyarakat luas.

Featured Posts

Follow Us