Lasongkok Tinggi Apresiasi Kesigapan Evakuasi KM Teluk Bara, Dorong Penguatan Sistem Keselamatan Pelayaran

AMBON – Anggota DPRD Provinsi Maluku yang akrab disapa Lasongkok Tinggi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan proses penyelamatan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) KM Teluk Bara yang mengalami kecelakaan laut saat berlayar dari Pelabuhan Slamet Riyadi menuju Kepala Madang, Pulau Buru, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan laporan sementara Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Maluku, kapal yang bertolak sekitar pukul 04.00 WIT itu mengalami cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan badai yang mengakibatkan kerusakan pada bagian papan landasan kapal. Peristiwa tersebut diketahui warga di pesisir Tanjung Alang sekitar pukul 11.05 WIT dan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Basarnas bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan. Seluruh delapan penumpang dan ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan sementara ditampung di salah satu rumah warga di kawasan Batu Koneng sambil menunggu penanganan lanjutan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Lasongkok Tinggi menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim penyelamat, pemerintah daerah, serta masyarakat yang sigap memberikan pertolongan kepada para korban.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saya menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, Tagana, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat yang bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga seluruh penumpang berhasil diselamatkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Sosial yang telah mendatangi lokasi penampungan untuk menyerahkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar sistem keselamatan pelayaran di wilayah Maluku semakin diperkuat. Sebagai provinsi kepulauan yang bergantung pada transportasi laut, kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting.

Lasongkok Tinggi berharap seluruh instansi yang memiliki kewenangan, termasuk otoritas pelabuhan, penyelenggara pelayaran, serta BMKG, dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal dengan didukung teknologi yang lebih modern untuk mendeteksi potensi cuaca buruk sejak dini.

“Ke depan, kita berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan memanfaatkan peralatan yang lebih modern sehingga informasi mengenai kondisi cuaca dan gelombang dapat diterima lebih cepat. Dengan begitu, risiko kecelakaan laut dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat yang menggunakan transportasi laut semakin terjamin,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama mengingat tingginya mobilitas masyarakat antarpulau di Maluku. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, penyelenggara pelabuhan, BMKG, Basarnas, dan masyarakat merupakan kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.