Ambon, 28 April 2026 — Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Partai Golkar Kota Ambon memasuki tahap penentuan setelah penutupan pendaftaran bakal calon ketua pada Senin (27/4/2026). Hingga batas akhir, hanya satu nama yang mendaftar dengan dukungan dominan dari pemilik suara sah, membuka peluang besar terjadinya pemilihan secara aklamasi.
Ketua Tim Pemenangan Steven Risakotta, Subhan Pattimahu, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan Musda telah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai serta keputusan pleno tingkat provinsi. Proses penjaringan, kata dia, dilaksanakan panitia pengarah berdasarkan Juklak Nomor 02, khususnya Pasal 27 yang mengatur mekanisme pemilihan ketua atau ketua formatur.
“Selama tiga hari penjaringan, hanya satu bakal calon yang mendaftar dengan dukungan sekitar 80 persen dari total suara sah,” ujar Subhan di Ambon.
Dukungan tersebut berasal dari lima kecamatan, organisasi sayap seperti AMPG dan KPPG, organisasi pendiri yakni SOKSI dan MKGR, serta organisasi yang didirikan partai seperti Al Hidayah, Satkar Ulama, dan MDI. Komposisi ini dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan formal sekaligus memperkuat peluang calon terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Kota Ambon periode 2025–2030.
Di tengah dinamika internal, Subhan menegaskan bahwa Golkar kini mengusung paradigma baru yang lebih modern dan adaptif, terutama dalam merangkul generasi muda.
“Kaum milenial dan Gen Z adalah kunci menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Golkar harus menjadi rumah besar bagi mereka,” katanya.
Ia juga menyoroti sikap salah satu kader yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Ambon dan memilih tidak maju sebagai calon ketua. Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah kenegarawanan demi menjaga stabilitas politik daerah.
“Kami menghormati keputusan itu karena menunjukkan komitmen menjaga sinergi pemerintahan bersama wali kota, mengingat kepemimpinan daerah ini ditopang koalisi lintas partai,” ujarnya.
Lebih lanjut, tim pemenangan menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Steven Risakotta ke depan. Target ambisius pun dipasang, yakni meningkatkan perolehan suara dan kursi Golkar di berbagai tingkatan legislatif.
“Golkar Kota Ambon ditargetkan menjadi lumbung suara dengan capaian 30 ribu hingga 40 ribu suara untuk DPR RI, sesuai arahan Umar Lessy dan Ketua Umum Bahlil Lahadalia,” kata Subhan.
Dengan situasi tersebut, pelaksanaan Musda X Golkar Kota Ambon diperkirakan berlangsung lancar. Dukungan mayoritas yang telah terkonsolidasi membuat peluang penetapan ketua baru secara aklamasi semakin terbuka lebar sebuah skenario yang diharapkan mampu menjaga soliditas partai sekaligus menjawab harapan publik akan stabilitas politik di daerah.



















