JAKARTA – Dukungan terhadap pencalonan Sari Yuliati sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 terus menguat. Kali ini, dukungan terbuka datang dari Ketua DPD Kosgoro 1957 Maluku, Ely Toisutta, yang hadir langsung mendampingi proses pengembalian formulir pendaftaran di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Kehadiran Ely Toisutta dalam agenda tersebut menjadi perhatian tersendiri. Sebab, langkah itu dinilai sebagai sinyal kuat dukungan kader Kosgoro 1957 di kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku, terhadap pencalonan Sari Yuliati untuk memimpin organisasi pendiri Partai Golkar tersebut pada periode mendatang.
Dalam keterangannya, Ely menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Sari Yuliati memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta loyalitas yang telah teruji selama menjabat sebagai Bendahara Umum PPK Kosgoro 1957.
“Kami melihat Ibu Sari memiliki kapasitas, rekam jejak yang mumpuni, dan loyalitas yang sudah teruji selama menjabat sebagai Bendahara Umum,” ujar Ely di sela-sela prosesi pengembalian berkas pendaftaran.
Wakil Wali Kota Ambon itu menilai Kosgoro 1957 membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga soliditas organisasi di seluruh daerah. Menurutnya, kepemimpinan yang inklusif dan visioner menjadi kebutuhan utama organisasi dalam menghadapi dinamika politik nasional yang terus berkembang.
“Kami menilai figur Sari Yuliati paling tepat untuk membawa organisasi menghadapi tantangan politik ke depan,” tegasnya.
Dukungan dari Maluku dinilai memiliki arti strategis mengingat Kosgoro 1957 memiliki basis kader yang cukup kuat di wilayah timur Indonesia. Kehadiran Ely Toisutta dalam proses pengembalian formulir tersebut juga menunjukkan komitmen daerah untuk ikut mengawal proses regenerasi kepemimpinan organisasi secara demokratis dan konstruktif.
Dengan mengalirnya dukungan dari berbagai daerah, peluang Sari Yuliati untuk memimpin Kosgoro 1957 semakin mendapat perhatian publik. Para kader berharap proses pemilihan kepemimpinan ke depan dapat melahirkan figur yang mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta menjaga peran Kosgoro 1957 sebagai salah satu pilar penting dalam perjalanan politik nasional.


















