AMBON – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mempercepat transformasi digital sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut disampaikan saat membuka QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Maluku Tahun 2026 di Kawasan Wisata Hutan Sagu Negeri Rutong, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang digagas untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ini menjadi bagian dari strategi mempercepat inklusi keuangan digital sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Ely Toisuta menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan dan perkembangan ekonomi modern. Menurutnya, teknologi harus menjadi sarana untuk memperkenalkan, memperkuat, dan meningkatkan nilai ekonomi berbagai potensi lokal yang dimiliki Kota Ambon dan Maluku.
“QRIS bukan hanya alat pembayaran digital, tetapi jembatan yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, perbankan, pemerintah, hingga sektor pariwisata dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Ely.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia oleh Bank Indonesia Provinsi Maluku karena dinilai mampu menggabungkan edukasi transaksi digital dengan promosi kuliner, budaya, dan destinasi wisata daerah. Menurutnya, konsep tersebut menjadi model kolaborasi yang tepat dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Ely menilai Kota Ambon memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta destinasi wisata yang akan semakin bernilai apabila didukung sistem transaksi digital yang modern. Dengan QRIS, wisatawan dapat bertransaksi lebih mudah, sementara pelaku UMKM memperoleh peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan pelayanan, dan mengembangkan usahanya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Ely, terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan ekosistem transaksi non-tunai, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pemberdayaan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk memanfaatkan QRIS sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis. Menurutnya, ketika semakin banyak UMKM memanfaatkan transaksi digital, maka perputaran ekonomi daerah akan semakin cepat, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.
Selain memperkenalkan sistem pembayaran digital, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 turut menjadi ajang promosi berbagai produk unggulan UMKM serta kuliner khas Maluku. Penyelenggaraan kegiatan di Negeri Rutong dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Ely berharap seluruh peserta dapat menjadi duta promosi Maluku dengan memperkenalkan keindahan alam, keramahan masyarakat, serta kekayaan kuliner daerah kepada para wisatawan. Ia optimistis sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat akan semakin memperkuat fondasi ekonomi digital sekaligus membawa UMKM Maluku naik kelas dan semakin kompetitif di tingkat nasional.




















