Sampul Tempo Digugat, DPRD NasDem Maluku Angkat Suara

Ambon, Maluku – Polemik sampul majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menuai tanggapan dari berbagai pihak. Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Maluku, H. Ridwan Nurdin, angkat bicara dan menegaskan pentingnya menjaga etika dalam praktik jurnalistik di tengah kebebasan pers yang dijunjung tinggi dalam demokrasi.

Ridwan Nurdin, yang akrab disapa Lasongkok Tinggi dan juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buru selatan, menyampaikan pernyataannya melalui pesan yang beredar di media sosial pada Kamis (16/4/2026). Ia menilai kritik merupakan elemen vital dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan dengan berlandaskan etika dan tanggung jawab.

“Kritik adalah bagian penting dari demokrasi, tapi etika adalah ruhnya. Tanpa etika, kritik bisa berubah jadi prasangka,” ujarnya.

Menurut Ridwan, publik kini tidak hanya berperan sebagai pembaca, tetapi juga sebagai penilai terhadap kualitas dan integritas media. Oleh karena itu, ia meminta Tempo untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab moral dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa media tidak seharusnya berlindung di balik dalih kebebasan pers jika mengabaikan prinsip dasar jurnalistik seperti fakta, keadilan, dan integritas.

“Tempo harus berhenti bersembunyi di balik dalih kebebasan pers dan kembali pada standar yang jelas: fakta, keadilan, dan integritas, tanpa pengecualian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ridwan mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap etika jurnalistik dapat berdampak serius terhadap kepercayaan publik. Ketika kepercayaan runtuh, katanya, jurnalisme yang sehat akan tergantikan oleh opini yang dipaksakan seolah-olah sebagai kebenaran.

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk insan pers, untuk melakukan refleksi bersama agar kritik yang disampaikan tetap berlandaskan kejujuran dan kehati-hatian.
“Pada akhirnya, kekuatan media bukan hanya pada keberanian bersuara, tetapi pada kemampuan menjaga kepercayaan publik, yang sekali goyah tidak mudah dipulihkan,” tutupnya.

Pernyataan ini menambah dinamika dalam perdebatan publik terkait independensi media dan etika jurnalistik, sekaligus mengundang simpati masyarakat terhadap pentingnya menjaga kepercayaan sebagai fondasi demokrasi yang sehat.

Unggulan

Rekomendasi

Memberikan informasi yang akurat, memberikan wadah aspirasibagi masyarakat serta memberikan inspirasi untuk masyarakat luas.

Featured Posts

Follow Us