Piru – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi menyelesaikan rangkaian Sayembara Maskot Musyawarah Daerah (Musda) V KNPI SBB Tahun 2026 dengan menetapkan tiga desain terbaik sebagai pemenang. Pengumuman hasil sayembara disampaikan secara terbuka melalui video conference pada Sabtu (06/06/2026).
Pengumuman tersebut dihadiri jajaran pengurus karateker DPD KNPI SBB, yakni Ketua Muhammad Fahrul Kaisuku, Sekretaris Penuel M. Supulatu, Bendahara Novia Elvira Ely, serta Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Farham Suneth.
Ketua Karateker DPD KNPI SBB Muhammad Fahrul Kaisuku menjelaskan, sebanyak 11 karya maskot berhasil dihimpun sejak sayembara dibuka pada awal Mei hingga ditutup pada 25 Mei 2026. Seluruh karya kemudian melalui proses penilaian oleh tim juri independen yang memiliki kompetensi di bidang desain, komunikasi visual, dan pengembangan kreativitas kepemudaan.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, David Critian ditetapkan sebagai peraih terbaik pertama, disusul Muhammad Amin Serawak sebagai terbaik kedua, dan Johanes Renyut sebagai terbaik ketiga.
Menurut Kaisuku, seluruh karya yang masuk menunjukkan tingginya semangat kreativitas pemuda dalam menghadirkan gagasan dan identitas visual yang mampu merepresentasikan semangat Musda V KNPI SBB. Namun, proses seleksi tetap dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas, kreativitas, nilai filosofis, keterkaitan dengan identitas daerah, serta kemampuan maskot dalam merepresentasikan karakter kepemudaan Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Sayembara ini bukan sekadar kompetisi desain, tetapi menjadi ruang bagi pemuda untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan kontribusi nyata dalam membangun identitas bersama menuju Musda V KNPI SBB Tahun 2026,” ujar Kaisuku.
Ia menambahkan, para pemenang berhak menerima total hadiah sebesar Rp3 juta yang dipersembahkan oleh Tokoh Masyarakat Seram Bagian Barat sekaligus Anggota DPRD Maluku, M. Z. Latu Kaisupy. Adapun rinciannya, terbaik pertama menerima Rp1.800.000, terbaik kedua Rp800.000, dan terbaik ketiga Rp400.000.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak M. Z. Latu Kaisupy atas dukungan dan kepeduliannya terhadap pengembangan kreativitas pemuda. Dukungan ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” katanya.
Kaisuku menjelaskan, karya terbaik pertama milik David Critian memperoleh nilai lebih karena dirancang secara manual tanpa menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Selain itu, peserta juga menyertakan dokumentasi proses kreatif secara lengkap mulai dari sketsa awal hingga desain akhir.
Sementara itu, karya Muhammad Amin Serawak yang meraih posisi kedua mendapat apresiasi karena mampu memadukan visual yang menarik dengan narasi filosofis yang kuat. Setiap elemen desain dijelaskan secara rinci dan memiliki keterkaitan dengan karakter pemuda, budaya lokal, serta harapan pembangunan daerah.
Adapun karya Johanes Renyut yang menempati posisi ketiga dinilai unik karena mengangkat Kuskus Beruang Seram sebagai figur utama maskot. Hewan endemik Pulau Seram tersebut dianggap mampu memperkuat identitas lokal sekaligus menyampaikan pesan pelestarian lingkungan kepada generasi muda.
“Kuskus Beruang Seram merupakan bagian dari kekayaan hayati Maluku yang perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan. Kehadirannya dalam desain maskot memberikan nilai edukatif sekaligus memperkuat karakter lokal,” ujar Kaisuku.
Menariknya, sayembara ini tidak hanya diikuti peserta dari Maluku, tetapi juga dari luar daerah. Salah satu peserta tercatat berasal dari kawasan Green Citayam City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa agenda kreatif yang digagas KNPI SBB mampu menarik perhatian pemuda dari berbagai wilayah.
Lebih dari sekadar kompetisi, Sayembara Maskot Musda V KNPI SBB menjadi wadah untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu memperkuat identitas daerah dan memperluas partisipasi pemuda dalam pembangunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya KNPI SBB membangun ekosistem kreativitas yang sehat dan produktif di kalangan generasi muda.
Musda V KNPI SBB yang akan digelar pada tahun 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi pemuda Seram Bagian Barat dalam memperkuat peran strategis mereka di berbagai sektor pembangunan daerah. Maskot yang nantinya ditetapkan secara resmi juga diharapkan menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan optimisme pemuda SBB dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “Saka Mese Nusa”, KNPI SBB optimistis generasi muda Seram Bagian Barat mampu terus melahirkan inovasi, karya, dan gagasan yang membawa nama daerah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.



















