Konferwil Perdana ISNU Maluku Usung Gerakan Hijau dan Persatuan

AMBON, 14 Mei 2026 — Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Maluku bersiap menorehkan sejarah baru melalui pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) pertama yang akan digelar pada Jumat, 15 Mei 2026, di Kota Ambon. Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga simbol kebangkitan intelektual Nahdliyin di Maluku untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah dan nasional.

Dengan mengusung tema “PW ISNU Maluku Berdaya dan Berdampak Menuju Indonesia Emas”, konferwil perdana tersebut hadir dengan pendekatan yang berbeda dan sarat pesan moral. Panitia memilih meninggalkan penggunaan atribut berbahan plastik serta seluruh bentuk promosi konvensional demi mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Ketua PW ISNU Maluku, Iwan Rumalean, menegaskan bahwa seluruh publikasi kegiatan dilakukan secara digital tanpa baliho, pamflet, maupun spanduk di ruang publik. Langkah itu, kata dia, merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi terhadap ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata.

“Ini adalah komitmen kami untuk mendukung gerakan Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam mengurangi sampah plastik, menjaga kualitas udara, serta menekan dampak krisis iklim dan pencemaran lingkungan,” ujar Iwan, Kamis (14/5/2026).

Tak hanya mengedepankan konsolidasi organisasi, konferwil ini juga membawa pesan edukatif melalui forum ilmiah dan ceramah kebangsaan yang akan menyoroti isu lingkungan, peran intelektual muda, hingga kontribusi sarjana NU dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketua Panitia Konferwil, Siti Divinubu, mengungkapkan agenda tersebut direncanakan dihadiri Ketua Umum PP ISNU, Kamaruddin Amin, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, bersama Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik.

Selain jajaran pengurus pusat, panitia turut mengundang unsur Pemerintah Provinsi Maluku, Forkopimda, Kanwil Kementerian Agama, TNI/Polri, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan.

Nuansa kebersamaan Nahdlatul Ulama juga akan terasa kuat dengan keterlibatan berbagai badan otonom NU di Maluku, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, PMII, Pagar Nusa, hingga Jatman.

Sebanyak 18 peserta dari enam pimpinan cabang ISNU di Maluku dipastikan mengikuti konferwil tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, Kota Ambon, Kota Tual, dan Kabupaten Buru.

Di sisi lain, dinamika pemilihan kepemimpinan turut menjadi perhatian. Panitia telah membuka pendaftaran bakal calon Ketua PW ISNU Maluku masa khidmat 2026–2031 dan hingga kini tercatat tiga kandidat telah resmi mendaftar.

“Ketiganya berasal dari kalangan akademisi perguruan tinggi di Maluku, terdiri atas satu guru besar dan dua doktor,” ungkap Siti.

Sementara itu, Steering Committee Konferwil, Jamaludin, menilai forum perdana ini harus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi organisasi secara sehat dan bermartabat.

“Konferwil ini harus menjadi momentum untuk maju bersama, bukan dengan cara-cara lama yang mengedepankan konflik demi mencapai tujuan,” katanya.

Ia menegaskan, ISNU memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpunnya kalangan sarjana Nahdlatul Ulama untuk menghadirkan gagasan, solusi, dan pengabdian nyata bagi masyarakat.

“ISNU adalah rumah besar kaum intelektual NU yang berkomitmen mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, UUD 1945, serta nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah,” pungkasnya.

Unggulan

Rekomendasi

Memberikan informasi yang akurat, memberikan wadah aspirasibagi masyarakat serta memberikan inspirasi untuk masyarakat luas.

Featured Posts

Follow Us