AMBON — Anggota DPRD Maluku, Anos Yeremias, mendesak aparat kepolisian mengevaluasi sistem pengawalan truk kontainer setelah seorang pejalan kaki lanjut usia tewas tertabrak kendaraan berat di Simpang Al-Fatah, Kota Ambon.
Menurut Anos, kecelakaan yang merenggut nyawa warga itu tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Peristiwa tersebut, kata dia, menjadi peringatan bahwa sistem operasional kendaraan kontainer di wilayah perkotaan perlu ditinjau kembali, terutama aspek pengawalan dan keselamatan pengguna jalan.
“Saya turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kekuatan,” ujar Anos kepada wartawan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Politikus DPRD Maluku itu meminta Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease segera melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengawalan kendaraan kontainer yang melintas menuju luar Kota Ambon maupun kembali ke Pelabuhan Yos Sudarso.
Menurut Anos, evaluasi tidak cukup hanya menyasar pengemudi, tetapi juga harus mencakup pola pengawalan, pengaturan jam operasional, hingga pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintasi kawasan padat aktivitas masyarakat.
Ia menilai keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan lalu lintas. Karena itu, setiap prosedur yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan perlu ditinjau ulang agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.
Insiden di Simpang Al-Fatah itu kembali memunculkan sorotan terhadap aktivitas kendaraan kontainer di Kota Ambon, khususnya pada ruas jalan yang juga menjadi jalur utama bagi pejalan kaki dan kendaraan umum. Anos berharap hasil evaluasi nantinya melahirkan kebijakan yang lebih ketat demi menjamin keselamatan masyarakat.



















