BMK 1957 Maluku Gelar Pelatihan, Gani Bawa Pesan Umar Lessy Dan Ely Toisuta

AMBON – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Maluku melalui aksi nyata pemberdayaan generasi muda. Berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, BMK 1957 akan menggelar pelatihan vokasi bagi masyarakat pada 18 Agustus 2026 di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Sebagai bagian dari persiapan, tim BPVP Ambon melakukan verifikasi administrasi peserta pada Jumat (7/8/2026) di Jalan Syaranamual, Desa Poka, Kota Ambon. Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Ketua BMK 1957 Provinsi Maluku, Gani Lekahena, guna memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan sebelum mengikuti pelatihan.

Gani menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara bertahap karena peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku. Namun, pada tahap awal, peserta dari Kota Ambon menjadi prioritas agar proses administrasi dapat berjalan lebih efektif.

“Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah di Maluku. Tahap pertama diprioritaskan untuk peserta Kota Ambon, sedangkan peserta dari kabupaten dan kota lainnya akan diverifikasi secara bertahap hingga seluruh proses selesai,” kata Gani.

Dalam kesempatan tersebut, Gani juga menyampaikan pesan Pembina BMK 1957 Provinsi Maluku, Umar Lessy, dan Penasehat BMK 1957 yang juga Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Maluku, Ely Toisuta. Menurutnya, kedua tokoh tersebut memandang bahwa makna kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

Umar Lessy menilai, anak muda Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan dunia kerja dan industri. Momentum kemerdekaan, katanya, harus menjadi titik awal lahirnya generasi yang memiliki kompetensi, daya saing, dan keberanian menciptakan peluang usaha melalui penguasaan keterampilan.

Sementara itu, Ely Toisuta menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, investasi terbaik adalah membangun generasi muda yang berkarakter, terampil, produktif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Pesan kedua tokoh tersebut disampaikan Gani kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak generasi muda Maluku untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, serta menjadikan keterampilan sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Keahlian adalah investasi yang tidak akan pernah habis. Dengan keterampilan, anak muda dapat mandiri secara ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan ikut membangun Maluku yang lebih maju. Itulah semangat kemerdekaan yang ingin ditanamkan oleh Bapak Umar Lessy dan Bapak Ely Toisuta melalui BMK 1957,” ujar Gani.

Pelatihan vokasi yang difasilitasi BPVP Ambon tersebut diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak program pemberdayaan masyarakat di Maluku. Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan, BMK 1957 Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda, sehingga mereka tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Unggulan

Rekomendasi

Memberikan informasi yang akurat, memberikan wadah aspirasibagi masyarakat serta memberikan inspirasi untuk masyarakat luas.

Featured Posts

Follow Us