JAKARTA — Satuan Siber (Satsiber) TNI menyiapkan rekrutmen prajurit dengan menyasar talenta digital dari kalangan mahasiswa hingga siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Kuota rekrutmen untuk 2026 masih dalam tahap perumusan oleh Staf Personel (Spers) TNI.
Kepala Satsiber TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah perguruan tinggi yang dinilai memiliki potensi menghasilkan talenta di bidang siber. Rekrutmen akan menyasar lulusan maupun mahasiswa jenjang S1 dan S2, serta siswa atau lulusan SMK dengan kemampuan teknis yang relevan.
“Kuota tahun ini masih dirumuskan oleh Spers TNI,” kata Sembiring di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Sembiring, calon prajurit tidak hanya dinilai berdasarkan latar belakang pendidikan. Satsiber juga akan memeriksa kemampuan teknis, sertifikasi, portofolio, serta pengalaman kerja atau pengalaman di bidang siber.
Proses seleksi mencakup penilaian akademik dan keterampilan. Aspek mental, ideologi, kejuangan, dan psikologi juga menjadi bagian penting dalam menentukan calon prajurit.
“Semua kita seleksi dan kita cek. Setelah itu ada tahapan seleksi, baik kemampuan secara akademik maupun keterampilan,” ujar Sembiring.
Bagi peserta dari jenjang S1 dan S2 yang lolos, mereka akan mendapatkan pangkat Letnan Dua (Letda) setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka akan mengikuti pendidikan yang disiapkan untuk kebutuhan perwira di bidang siber.
Sementara itu, peserta dari jalur SMK yang dinyatakan lolos akan memperoleh pangkat Sersan Dua (Serda). Pendidikan bagi calon personel Satsiber juga dirancang lebih singkat dibandingkan pendidikan prajurit reguler.
Sembiring mengatakan pada rekrutmen sebelumnya, pendidikan calon personel berlangsung sekitar satu bulan. Namun, durasi pendidikan selanjutnya masih akan dievaluasi oleh Spers TNI.
Pada 2025, Satsiber TNI merekrut 50 personel dari sekitar 2.000 pendaftar. Untuk rekrutmen 2026, Satsiber akan kembali melakukan asesmen dan seleksi bertahap setelah pendaftaran dibuka.
Selain menjaring talenta melalui kampus dan komunitas, Satsiber TNI juga membuka peluang bagi peserta kompetisi siber untuk bergabung. Salah satunya adalah peserta dan pemenang Rise The Ranger II Cyber Competition 2026.
Kompetisi yang digelar di GOR Ahmad Yani pada 23–24 Agustus 2026 itu diikuti 1.397 peserta yang tergabung dalam 543 tim.
Dalam kategori umum, sejumlah tim keluar sebagai pemenang pada tiga cabang lomba, yakni Attack Defense, Digital Forensik, dan Incident Response.
Pada kategori mahasiswa, kompetisi juga mempertemukan tim dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Telkom, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Binus, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta sejumlah kampus lainnya.
Sembiring mengatakan pemenang kompetisi yang berminat menjadi prajurit TNI dapat menjadi salah satu sumber talenta siber yang akan dipertimbangkan dalam proses rekrutmen.
Dengan pola tersebut, Satsiber TNI berupaya memperkuat sumber daya manusia di bidang keamanan siber dengan menjaring calon prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan teknis dan pengalaman di dunia digital.




















