Masohi, 21 April 2026 — Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy, menegaskan bahwa seluruh dinamika dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Maluku Tengah pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-X harus diselesaikan di tingkat daerah, tanpa intervensi atau pelimpahan ke tingkat provinsi maupun pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Umar Lessy usai membuka secara resmi Musda ke-X DPD Partai Golkar Maluku Tengah yang berlangsung di Gedung Islamic Center Masohi, Selasa (21/4/2026).
Menurut Umar, pengalaman pada Musda sebelumnya menunjukkan proses yang berlarut-larut hingga harus diselesaikan oleh kepengurusan di tingkat lebih tinggi, bahkan sampai ke Mahkamah Partai. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal bagi konsolidasi internal partai di daerah.
“Kita tetap akan selesaikan di sini. Pengalaman dua Musda sebelumnya harus ditarik ke atas karena prosesnya panjang. Kali ini kita ingin berbeda,” tegasnya.
Dalam pembukaan Musda, turut hadir salah satu pengurus DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Hakim Mahkamah Partai. Kehadiran tokoh asal Bumi Saparua itu diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi kader agar tetap berpegang pada mekanisme organisasi yang berlaku.
Menjawab kekhawatiran adanya potensi intervensi dari tingkat atas, Umar menyatakan optimisme bahwa seluruh proses akan berjalan lancar di tingkat daerah. “Insya Allah tidak ada penyelesaian di tingkat atas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Umar mengingatkan seluruh kader untuk menjaga soliditas di tengah kompetisi yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa persaingan harus tetap dilandasi semangat kekeluargaan demi menjaga keutuhan dan kekuatan partai ke depan.
“Kompetisi dalam suasana keluarga. Semua punya tujuan yang sama, yaitu kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2029 dan 2031,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua SOKSI Maluku, Boi Sangadji, menilai munculnya tiga kandidat dalam bursa calon ketua sebagai bentuk dinamika yang sehat dalam tubuh partai. Ia mendorong para kandidat untuk berkompetisi secara fair dan sesuai aturan.
“Ini dinamika yang baik. Ada tiga kandidat, semuanya kader terbaik. Silakan bertanding secara sehat, bertanding untuk bersanding,” ujarnya.
Boi juga menegaskan bahwa mekanisme partai dan prinsip suara terbanyak harus menjadi acuan utama dalam menentukan hasil Musda. Ia bahkan membuka kemungkinan terjadinya perubahan peta dukungan secara cepat selama proses berlangsung.
“Perbedaan itu kekuatan. Situasi masih sangat dinamis, bisa saja terjadi koalisi cepat. Tapi yang pasti, sesuai arahan pimpinan, kita selesaikan semuanya di sini,” pungkasnya.
Musda ke-X ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar di Maluku Tengah, demi menghadapi agenda politik ke depan dengan lebih solid dan terarah.


















