AMBON – Setelah sempat terhenti selama hampir empat bulan akibat polemik internal, Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akhirnya kembali dilanjutkan di Ambon, Sabtu (1/8/2026). Agenda yang menjadi penentu arah kepemimpinan Golkar SBT itu kini berada di bawah kendali DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
Musda yang berlangsung di Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Karang Panjang, mempertemukan tiga kandidat calon Ketua DPD II Partai Golkar SBT, yakni Agil Rumakat, Husein Kelilauw, dan Ismail Rumbalifar. Ketiganya hadir bersama para pendukung untuk mengikuti tahapan pemilihan yang telah lama dinantikan kader partai.
Namun, jalannya persidangan belum dapat dimulai sesuai jadwal pukul 09.00 WIT. Pimpinan sidang, Masjam Sangadji, memutuskan menskors forum selama satu jam setelah jumlah peserta yang hadir belum memenuhi syarat kuorum.
Penundaan tersebut kembali mengingatkan pada dinamika Musda yang pertama kali digelar di Kabupaten Seram Bagian Timur pada April 2026. Saat itu, forum terpaksa dihentikan akibat perdebatan tajam mengenai tata tertib persidangan, khususnya terkait keabsahan peserta yang memiliki hak suara dan mekanisme pelaksanaan sidang.
Perbedaan pandangan yang tak kunjung menemukan titik temu membuat proses regenerasi kepemimpinan partai terhambat. Untuk mengakhiri kebuntuan sekaligus memastikan seluruh tahapan organisasi berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, DPD Partai Golkar Provinsi Maluku mengambil alih pelaksanaan Musda dan memindahkan lokasi persidangan ke Ambon.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses berlangsung lebih tertib, aman, dan objektif di bawah pengawasan langsung pengurus provinsi, sehingga keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi organisasi yang kuat.
Hingga berita ini ditulis, pimpinan sidang masih menunggu terpenuhinya kuorum peserta sebelum melanjutkan agenda berikutnya. Setelah kuorum tercapai, forum akan memasuki tahapan pengesahan peserta, pembahasan tata tertib lanjutan, penyampaian pandangan peserta, hingga pemungutan suara untuk memilih Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur periode mendatang.
Musda V ini dipandang sebagai momentum krusial bagi Partai Golkar SBT untuk mengakhiri dinamika internal yang selama ini menghambat konsolidasi organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar dalam menyatukan kader, memperkuat struktur partai, serta mempersiapkan Golkar menghadapi berbagai agenda politik di Kabupaten Seram Bagian Timur pada tahun-tahun mendatang.



















